Di samping adalah sebuah image yang saya temukan di Kota Dumay, siapapun kontributornya saya ucapkan terima kasih dan mohon maaf apabila saya memakainya di beberapa tautan. Namun saya berfikir bahwa uploader image ini sekiranya masih satu hati dengan saya, dengan demikian saya merasa tidaklah menjadi persoalan mengenai hal tersebut di atas.
Yang ingin saya katakan adalah, oh inikah papan nama yang terpampang di depan almamaterku dulu? dan jika ada kawan-kawan lain yang memang memiliki keterbatasan yang sama untuk bersentuhan langsung dengan almamaternya akan merasakan hal yang sama dengan saya ketika melihat gambar kecil tersebut. Suatu perasaan dengan ribuan gejolak yang berkecamuk, berloncatan seakan tidak mau antre untuk melompat ke awang-awang dan melukiskan kalimat panjang yang kadang tak beraturan.
Hadeuh, pokonamah kitu we ah.
Love u Almamater,
4ever.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar